Automatic Slideshow

Galeri Foto Kegiatan:

1 / 3
Upacara HUT Republik Indonesia Ke-77
2 / 3
Kunjungan Perpustakaan Keliling dari Diskarpus Kota Depok
3 / 3
Semarak Kemerdekaan Bersama Orangtua/Wali Peserta Didik SD Negeri Harjamukti 1

Teks Berjalan

SELAMAT DATANG DI WEBSITE RESMI SD NEGERI HARJAMUKTI 1 KECAMATAN CIMANGGIS KOTA DEPOK – SEKOLAH PENGGERAK, BERKARAKTER, DAN BERPRESTASI | MARI KITA BANGUN GENERASI BERKARAKTER, KREATIF, DAN BERPRESTASI.

02/12/2025

Jendela Dunia Hadir di Halaman Sekolah : Diskarpus Kota Depok Kunjungi SD Negeri Harjamukti 1

Semangat Literasi Membara: Keseruan Kunjungan Perpustakaan Keliling di SDN Harjamukti 1

Cimanggis, Depok – Suasana pagi di SD Negeri Harjamukti 1 pada hari ini, Selasa, 2 Desember 2025, terasa lebih istimewa dari biasanya. Riuh rendah suara siswa bercampur dengan antusiasme tinggi menyambut kedatangan mobil ikonik berwarna cerah di halaman sekolah.

Ya, hari ini SDN Harjamukti 1 mendapatkan kunjungan spesial dari armada Perpustakaan Keliling (Pusling) Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Diskarpus) Kota Depok.

Antusiasme Siswa Menyambut Buku

Sejak mobil perpustakaan dibuka dan rak-rak buku dipamerkan, para siswa dari berbagai tingkatan kelas langsung menyerbu dengan penuh semangat. Pemandangan ini menjadi bukti bahwa minat baca anak-anak sebenarnya sangat tinggi jika difasilitasi dengan akses buku yang menarik dan mudah dijangkau.

Para petugas dari Diskarpus Depok dengan ramah melayani dan membimbing para siswa memilih buku. Koleksi yang dibawa pun sangat beragam, mulai dari buku cerita bergambar, ensiklopedia anak, cerita rakyat, hingga buku-buku pengetahuan umum yang dikemas dengan visual menarik.

Mendukung Gerakan Literasi Sekolah

Kunjungan ini bukan sekadar acara seremonial, melainkan bagian dari upaya nyata mendukung Gerakan Literasi Sekolah. Kegiatan ini bertujuan untuk:

  • Mendekatkan Buku pada Siswa: Membawa perpustakaan mendatangi pembaca, bukan sebaliknya.

  • Meningkatkan Minat Baca: Memperkenalkan variasi bacaan di luar buku pelajaran sekolah.

  • Menciptakan Suasana Belajar yang Menyenangkan: Membaca di halaman terbuka memberikan pengalaman refreshing bagi para siswa.

"Buku adalah jendela dunia. Dengan kunjungan ini, kami berharap cakrawala pengetahuan siswa SDN Harjamukti 1 semakin terbuka lebar," ujar perwakilan sekolah saat menyambut tim Diskarpus.

Harapan ke Depan

Kegiatan membaca bersama ini berlangsung dengan tertib namun penuh keceriaan. Siswa tampak asyik duduk berkelompok di selasar dan di bawah pohon rindang, tenggelam dalam buku bacaan masing-masing.

Keluarga besar SDN Harjamukti 1 mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Depok atas kunjungan dan sinergi yang luar biasa ini. Semoga kegiatan ini dapat menjadi agenda rutin untuk terus merawat semangat literasi generasi penerus bangsa di Kota Depok.

"Ayah Bunda, buku apa yang terakhir kali dibaca bersama Ananda di rumah? Yuk, share di kolom komentar!"

Salam Literasi!


#Kegiatan Sekolah, Literasi, Diskarpus Depok, Cimanggis, Berita Sekolah



09/08/2022

Profil Pelajar Pancasila

Apa Itu Profil Pelajar Pancasila? Ini 6 Dimensinya yang Siswa Wajib Tahu

Sebagai pelajar Indonesia, kamu harus memahami berbagai nilai-nilai yang terkandung di dalam Pancasila. Oleh karena itu, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud-Ristek) memiliki sebuah visi dan misi untuk menciptakan pelajar Pancasila. Akan tetapi, bagaimana profil pelajar Pancasila dan karakteristik atau elemennya?

Profil Pelajar Pancasila

Dikutip dari Panduan Pengembangan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila, Kemendikbudristek disebutkan profil pelajar Pancasila adalah pelajar Indonesia merupakan pelajar sepanjang hayat yang kompeten, berkarakter, dan berperilaku sesuai nilai-nilai Pancasila

Di lain sisi, profil pelajar Pancasila juga mencakup mengenai kemampuan pelajar untuk memiliki paradigma berpikir yang terbuka terhadap perbedaan dan kemajemukan. Pelajar Pancasila harus memiliki kepedulian pada lingkungannya dan menjadikan kemajemukan yang ada sebagai kekuatan untuk hidup bergotong royong.


Kemudian, pelajar Pancasila merupakan pelajar Indonesia yang memiliki inisiatif dan siap untuk belajar akan hal-hal yang baru. Tidak hanya itu, pelajar Pancasila harus aktif dalam mencari cara untuk meningkatkan kapasitas diri dan bersikap reflektif agar dapat terus berkontribusi kepada bangsa, negara, dan dunia.

Dimensi Profil Pelajar Pancasila
Ada enam elemen atau dimensi profil pelajar Pancasila yang saling berhubungan antara satu dengan lainnya. Berikut adalah penjelasannya:

1. Beriman, Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan Berakhlak Mulia
Pelajar Pancasila harus memiliki karakteristik yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Artinya, pelajar di Indonesia harus memiliki akhlak dan hubungan yang baik dengan Tuhan Yang Maha Esa dan memahami ajaran agama serta kepercayaannya. Sehingga dapat hal-hal tersebut dapat diimplementasikan di dalam kehidupan sehari-hari.

2. Berkebinekaan Global
Di era globalisasi seperti saat ini, maka membuat pelajar Pancasila harus tetap mempertahankan budaya luhur, lokalitas dan identitasnya, dan tetap berpikiran terbuka dalam berinteraksi dengan budaya lain. Sehingga menumbuhkan rasa saling menghargai dan kemungkinan terbentuknya budaya baru yang positif dan tidak bertentangan dengan budaya luhur bangsa.

Baca juga:
Makna Pancasila sebagai Dasar Negara, Pengertian, Kedudukan, dan Fungsinya
3. Gotong Royong
Gotong royong merupakan karakteristik yang wajib dimiliki oleh pelajar Pancasila sebagai sebuah kemampuan untuk melakukan kegiatan secara kolektif dan sukarela. Hal ini penting, karena sifat gotong royong yang dimiliki oleh pelajar Pancasila akan memudahkan kegiatan untuk berjalan dengan lancar dan ringan.

4. Mandiri
Di usia yang masih muda, seorang pelajar Pancasila harus dapat mandiri dan memiliki rasa tanggung jawab akan sebuah proses. Di lain sisi, pelajar Pancasila juga harus mampu mengatur pikiran, perasaan, dan perilaku dirinya untuk mencapai tujuan belajarnya.

5. Bernalar Kritis
Memiliki nalar kritis harus dimiliki oleh setiap pelajar Pancasila di Indonesia. Mengapa? Karena memiliki nalar kritis berarti mampu secara objektif memproses informasi baik kualitatif maupun kuantitatif. Kemudian, pelajar Pancasila akan mampu membangun keterkaitan antara berbagai informasi, menganalisis informasi, mengevaluasi, dan menyimpulkannya.

6. Kreatif
Terakhir, pelajar Pancasila wajib memiliki sikap yang kreatif dalam setiap tindakannya. Sikap kreatif ini berarti pelajar Pancasila harus mampu untuk menghasilkan suatu hal yang inovatif, orisinil, dan berdampak secara luas terhadap masyarakat.

Dimensi-dimensi tersebut menunjukkan profil pelajar Pancasila tidak hanya fokus pada kemampuan kognitif, tetapi juga sikap dan perilaku sesuai jati diri sebagai bangsa
Indonesia sekaligus warga dunia.

Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila
Projek penguatan profil pelajar Pancasila merupakan salah satu sarana pencapaian profil pelajar Pancasila.

Projek ini memberikan kesempatan kepada siswa untuk "mengalami pengetahuan" sebagai proses penguatan karakter sekaligus kesempatan untuk belajar dari lingkungan sekitarnya.

Para pelajar akan punya kesempatan untuk mempelajari tema-tema atau isu penting seperti perubahan iklim, anti radikalisme, kesehatan mental, budaya, wirausaha, teknologi, dan kehidupan berdemokrasi.

Harapannya peserta didik dapat melakukan aksi nyata dalam menjawab isu-isu tersebut sesuai dengan tahapan belajar dan kebutuhannya.

Projek penguatan profil pelajar Pancasila adalah pembelajaran lintas disiplin ilmu dalam mengamati dan memikirkan solusi terhadap permasalahan di lingkungan sekitar untuk menguatkan berbagai kompetensi dalam Profil Pelajar Pancasila.

Prinsip-prinsip projek penguatan profil pelajar Pancasila

Holistik
Holistik punya makna memandang sesuatu secara utuh dan menyeluruh, tidak parsial atau terpisah-pisah. Kerangka berpikir holistik dalam projek ini mendorong untuk menelaah sebuah tema secara utuh dan melihat keterhubungan dari berbagai hal untuk memahami sebuah isu secara mendalam.

Setiap tema projek yang dijalankan bukan merupakan sebuah wadah tematik yang menghimpun beragam mata pelajaran. Namun, lebih kepada wadah untuk meleburkan beragam perspektif dan konten pengetahuan secara terpadu.

Kontekstual
Prinsip kontekstual berkaitan dengan upaya mendasarkan kegiatan pembelajaran pada pengalaman nyata yang dihadapi dalam keseharian. Prinsip ini mendorong pendidik dan peserta didik untuk dapat menjadikan lingkungan sekitar dan realitas kehidupan sehari-hari sebagai bahan utama pembelajaran.

Sekolah harus membuka ruang dan kesempatan bagi siswa untuk dapat mengeksplorasi berbagai hal di luar lingkup satuan pendidikan. Tema-tema projek profil yang disajikan sebisa mungkin dapat menyentuh dan menjawab persoalan lokal yang terjadi di daerah masing-masing.

Berpusat Pada Peserta Didik
Prinsip berpusat pada peserta didik berkaitan dengan skema pembelajaran yang mendorong peserta didik untuk menjadi subjek pembelajaran yang aktif mengelola proses belajarnya secara mandiri, termasuk memiliki kesempatan memilih dan mengusulkan topik projek profil sesuai minatnya.

Guru diharapkan dapat mengurangi peran sebagai aktor utama kegiatan belajar mengajar yang menjelaskan banyak materi dan memberikan banyak instruksi.

Sebaliknya, pendidik sebaiknya menjadi fasilitator pembelajaran yang memberikan banyak kesempatan bagi peserta didik untuk mengeksplorasi berbagai hal atas dorongannya sendiri sesuai dengan kondisi dan kemampuannya.

Eksploratif
Prinsip eksploratif berkaitan dengan semangat untuk membuka ruang yang lebar bagi proses pengembangan diri dan inkuiri, baik terstruktur maupun bebas.

Projek ini tidak berada dalam struktur intrakurikuler yang terkait dengan berbagai skema formal pengaturan mata peserta didikan. Oleh karenanya projek profil ini memiliki area eksplorasi yang luas dari segi jangkauan materi peserta didikan, alokasi waktu, dan penyesuaian dengan tujuan pembelajaran.

Namun demikian, diharapkan pada perencanaan dan pelaksanaannya, pendidik tetap dapat merancang kegiatan projek profil secara sistematis dan terstruktur agar dapat memudahkan pelaksanaannya.

Nah, itu adalah profil pelajar Pancasila beserta enam dimensinya. Apakah kamu sudah memiliki enam karakteristik ini ? Tulis jawabanmu di kolom komentar.


30/07/2022

Sekolah Penggerak: Bawa Program Pembelajaran dengan Paradigma Baru

Sosialisasi Sekolah Penggerak SD Negeri Harjamukti 1 Cimanggis Depok

[sdnharjamukti1.sch.id] Pemerintah terus melakukan upaya guna memajukan pendidikan Indonesia. Salah satu upaya tersebut tertuang dalam program yang baru diluncurkan Kemendikbud. Bernama Sekolah Penggerak, program ini akan mengakselerasi beberapa sekolah untuk dapat bergerak 1-2 tahap lebih maju dalam kurun waktu 3 tahun ajaran. Nantinya, Sekolah Penggerak akan berfokus pada pengembangan SDM sekolah, baik itu siswa, guru, maupun kepala sekolah.

Dalam acara Sosialisasi “Sekolah Penggerak”. Kepala Sekolah SD Negeri Harjamukti 1 Cimanggis Kota Depok, Iwan Prasulistiono, S.Pd mengatakan, siswa tidak mungkin hanya duduk mendengarkan penjelasan guru jika Indonesia ingin menciptakan Pelajar Pancasila.

"Melalui pembelajaran yang berpusat pada murid, kita akan ciptakan perencanaan program dan anggaran yang berbasis pada refleksi diri, refleksi guru, sehingga terjadi perbaikan pada pembelajaran dan sekolah melakukan pengimbasan," kata Kepala Sekolah.

 Lebih lanjut, Iwan Prasulistiono, S.Pd, perencanaan Sekolah Penggerak akan berbasis data. Hal ini sama seperti yang diterapkan oleh sekolah-sekolah di negara maju. Dimulai dari laporan potret kondisi mutu pendidikan, menyiapkan bahan untuk refleksi diri, dan merencanakan program pendidikan. Selanjutnya, akan diadakan pendampingan oleh Dinas Pendidikan maupun pelatih ahli agar kondisi mutu pendidikan bisa lebih baik.

"Program Sekolah Penggerak bukan sekolah unggulan. Karena harapannya semua sekolah di Indonesia jadi Sekolah Penggerak. Tapi itu harus bergilir, karena kita mementingkan kualitas (di Sekolah Penggerak) itu," tegas Iwan Prasulistiono, S.Pd.

 Program Pembelajaran Sekolah Penggerak

Sekolah Penggerak akan mengembangkan hasil belajar siswa secara holistik mencakup kompetensi kognitif (literasi dan numerasi) serta nonkognitif (karakter). Nantinya, kepala sekolah dan guru dari Sekolah Penggerak melakukan pengimbasan kepada satuan pendidikan lain.

Sekolah Penggerak akan menerapkan pembelajaran dengan paradigma baru. Pembelajaran tersebut akan dirancang berdasarkan prinsip pembelajaran yang terdiferensiasi sesuai dengan kebutuhan siswa. Sehingga, profil Pelajar Pancasila bisa terwujud.

Ada dua program pembelajaran di Sekolah Penggerak: kokurikuler dan intrakurikuler. Program kokurikuler merupakan program-program yang menuntut siswa untuk mengerjakan sebuah project based learning. Program kokurikuler akan berorientasi pada pengembangan karakter dan kompetisi umum.

"Ini (program kokurikuler) akan melibatkan masyarakat. Ada berbagai kesempatan untuk memasukkan muatan lokal sesuai dengan isu nasional dan global dalam program kokurikuler. Esensi dari program kokurikuler adalah memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk melatih diri mereka menjadi pribadi yang kreatif, mandiri, dan senang bergotong royong," jelas Kepala Sekolah.

Sementara itu, program intrakurikuler akan menerapkan metode pembelajaran yang terdiferensiasi. Siswa akan memiliki cukup waktu untuk mendalami konsep dan menguatkan kompetisi. Di sisi lain, para guru juga leluasa memilih perangkat ajar yang sesuai kebutuhan.

"Misalnya ada anak yang tertinggal dalam kemampuan numerasi, tidak apa-apa, dia bisa balik ke level sebelumnya. Karena kalau dia terus-terusan ada di level itu, anak akan kewalahan dan putus asa. (Dalam program intrakurikuler) standar kurikulum akan disederhanakan," kata Iwan Prasulistiono, S.Pd.

Lebih lanjut, Iwan Prasulistiono, S.Pd mengatakan, program intrakurikuler akan menghapus stigma kejar tayang dalam proses belajar mengajar. Guru akan fokus pada sesuatu yang sifatnya esensial dan memberikan siswa cukup waktu untuk mendalami pelajaran.

Peringati Tahun Baru Islam, Sekolah Penggerak SD Negeri Harjamukti 1 Gelar Pawai Ta'aruf 1 Muharram 1444 H sebagai bentuk Implementasi Profil Pelajar Pancasila

 

Ratusan Peserta Didik SD Negeri Harjamukti 1 Cimanggis, bersiap mengikuti Pawai Ta'aruf dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1444 Hijriyah, Jumat (29/7/2022). Mereka sangat antusias mengikuti kegiatan ini yang kembali digelar setelah sempat vakum selama 2 tahun akibat pandemi. 


[sdnharjamukti1.sch.id] Dalam rangka menyambut 1 Muharram 1444 Hijriah yang jatuh pada 30 Juli 2022, Siswa-Siswi SD Negeri Harjamukti 1 Kec. Cimanggis Depok, menggelar Pawai keliling pada Jumat 29 Juli 2022. Pawai dilepas oleh kepala sekolah, Iwan Prasulistiono,S.Pd, pada jam 7.30 WIB diiringi oleh Lantunan Sholawat Nabi yang dibawakan oleh Siswa-Siswi SD Negeri Harjamukti 1. Di belakangnya ada barisan panjang anak-anak yang membawa spanduk, umbul umbul serta potongan kertas berisi tulisan motivasi mendidik.

Kepala SD Negeri Harjamukti 1 mengatakan, kegiatan memeriahkan 1 Muharram ini sekaligus untuk menguatkan pendidikan karakter yang bersifat religius dan bagian dari implementasi Profil Pelajar Pancasila. “Melalui kegiatan seperti ini kami berharap siswa siswi SD Negeri Harjamukti 1 ke depannya bisa menjadi penerus cita-cita bangsa yang bermoral dan berakhlak mulia”,Ujarnya. Selain itu pawai taaruf ini dilaksanakan untuk menanamkan kecintaan generasi muda khususnya peserta didik SD Negeri Harjamukti 1 terhadap agama Islam. Diharapkan juga, dapat membangkitkan dan memotivasi generasi muda Islam untuk mengikuti berbagai kegiatan keislaman yang diselenggarakan di lingkungan sekolah maupun di masyarakat.

Ke depan pelaksanaan kegiatan seperti ini akan terus dilaksanakan setiap tahun dan menjadi agenda rutin sekolah, bahkan tidak pawai taaruf saja akan tetapi berbagai kegiatan islami lainya dalam rangka memeriahkan 1 Muharram. “Olehnya, mari kita tingkatkan takwa kepada Allah SWT dan Baginda Rosulullah Nabi Muhammad SAW”,ujar Kepala Sekolah

Dalam kesempatan lain Ust. Abdul Rohman selaku Guru PAI mengatakan Bahwa Mengenalkan kepada anak-anak sedini mungkin tentang tahun baru Islam yaitu 1 Muharram kepada anak juga menjadi bagian memberikan edukasi sebagai pengingat peristiwa penting saat Nabi Muhammad SAW hijrah dari Mekkah ke Madinah yang kemudian melahirkan agama Islam (OPS)