Automatic Slideshow
Galeri Foto Kegiatan:
Teks Berjalan
02/12/2025
09/08/2022
Profil Pelajar Pancasila
Apa Itu Profil Pelajar Pancasila? Ini 6 Dimensinya yang Siswa Wajib Tahu
Sebagai pelajar Indonesia, kamu harus memahami berbagai nilai-nilai yang terkandung di dalam Pancasila. Oleh karena itu, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud-Ristek) memiliki sebuah visi dan misi untuk menciptakan pelajar Pancasila. Akan tetapi, bagaimana profil pelajar Pancasila dan karakteristik atau elemennya?
Profil Pelajar Pancasila
Dikutip dari Panduan Pengembangan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila, Kemendikbudristek disebutkan profil pelajar Pancasila adalah pelajar Indonesia merupakan pelajar sepanjang hayat yang kompeten, berkarakter, dan berperilaku sesuai nilai-nilai Pancasila
Di lain sisi, profil pelajar Pancasila juga mencakup mengenai kemampuan pelajar untuk memiliki paradigma berpikir yang terbuka terhadap perbedaan dan kemajemukan. Pelajar Pancasila harus memiliki kepedulian pada lingkungannya dan menjadikan kemajemukan yang ada sebagai kekuatan untuk hidup bergotong royong.
30/07/2022
Sekolah Penggerak: Bawa Program Pembelajaran dengan Paradigma Baru
![]() |
| Sosialisasi Sekolah Penggerak SD Negeri Harjamukti 1 Cimanggis Depok |
[sdnharjamukti1.sch.id] Pemerintah terus melakukan upaya guna memajukan
pendidikan Indonesia. Salah satu upaya tersebut tertuang dalam program yang
baru diluncurkan Kemendikbud. Bernama Sekolah Penggerak, program ini akan
mengakselerasi beberapa sekolah untuk dapat bergerak 1-2 tahap lebih maju dalam
kurun waktu 3 tahun ajaran. Nantinya, Sekolah Penggerak akan berfokus pada
pengembangan SDM sekolah, baik itu siswa, guru, maupun kepala sekolah.
Dalam acara Sosialisasi “Sekolah Penggerak”. Kepala Sekolah SD Negeri Harjamukti 1 Cimanggis Kota Depok, Iwan Prasulistiono, S.Pd mengatakan, siswa tidak mungkin hanya duduk
mendengarkan penjelasan guru jika Indonesia ingin menciptakan Pelajar
Pancasila.
"Melalui pembelajaran yang berpusat pada murid, kita
akan ciptakan perencanaan program dan anggaran yang berbasis pada refleksi
diri, refleksi guru, sehingga terjadi perbaikan pada pembelajaran dan sekolah
melakukan pengimbasan," kata Kepala Sekolah.
"Program Sekolah Penggerak bukan sekolah unggulan. Karena harapannya semua sekolah di Indonesia jadi Sekolah Penggerak. Tapi itu harus bergilir, karena kita mementingkan kualitas (di Sekolah Penggerak) itu," tegas Iwan Prasulistiono, S.Pd.
Sekolah Penggerak akan mengembangkan hasil belajar siswa
secara holistik mencakup kompetensi kognitif (literasi dan numerasi) serta
nonkognitif (karakter). Nantinya, kepala sekolah dan guru dari Sekolah Penggerak
melakukan pengimbasan kepada satuan pendidikan lain.
Sekolah Penggerak akan menerapkan pembelajaran dengan
paradigma baru. Pembelajaran tersebut akan dirancang berdasarkan prinsip
pembelajaran yang terdiferensiasi sesuai dengan kebutuhan siswa. Sehingga,
profil Pelajar Pancasila bisa terwujud.
Ada dua program pembelajaran di Sekolah Penggerak:
kokurikuler dan intrakurikuler. Program kokurikuler merupakan program-program
yang menuntut siswa untuk mengerjakan sebuah project based learning. Program
kokurikuler akan berorientasi pada pengembangan karakter dan kompetisi umum.
"Ini (program kokurikuler) akan melibatkan masyarakat.
Ada berbagai kesempatan untuk memasukkan muatan lokal sesuai dengan isu
nasional dan global dalam program kokurikuler. Esensi dari program kokurikuler
adalah memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk melatih diri mereka menjadi
pribadi yang kreatif, mandiri, dan senang bergotong royong," jelas
Kepala Sekolah.
Sementara itu, program intrakurikuler akan menerapkan metode
pembelajaran yang terdiferensiasi. Siswa akan memiliki cukup waktu untuk
mendalami konsep dan menguatkan kompetisi. Di sisi lain, para guru juga leluasa
memilih perangkat ajar yang sesuai kebutuhan.
"Misalnya ada anak yang tertinggal dalam kemampuan
numerasi, tidak apa-apa, dia bisa balik ke level sebelumnya. Karena kalau dia
terus-terusan ada di level itu, anak akan kewalahan dan putus asa. (Dalam
program intrakurikuler) standar kurikulum akan disederhanakan," kata Iwan Prasulistiono, S.Pd.
Lebih lanjut, Iwan Prasulistiono, S.Pd mengatakan, program intrakurikuler akan menghapus stigma kejar tayang dalam proses belajar mengajar. Guru akan fokus pada sesuatu yang sifatnya esensial dan memberikan siswa cukup waktu untuk mendalami pelajaran.
Peringati Tahun Baru Islam, Sekolah Penggerak SD Negeri Harjamukti 1 Gelar Pawai Ta'aruf 1 Muharram 1444 H sebagai bentuk Implementasi Profil Pelajar Pancasila
[sdnharjamukti1.sch.id] Dalam rangka menyambut 1
Muharram 1444 Hijriah yang jatuh pada 30 Juli 2022, Siswa-Siswi SD Negeri
Harjamukti 1 Kec. Cimanggis Depok, menggelar Pawai keliling pada Jumat 29 Juli
2022. Pawai dilepas oleh kepala sekolah, Iwan Prasulistiono,S.Pd, pada jam 7.30
WIB diiringi oleh Lantunan Sholawat Nabi yang dibawakan oleh Siswa-Siswi SD
Negeri Harjamukti 1. Di belakangnya ada barisan panjang anak-anak yang membawa
spanduk, umbul umbul serta potongan kertas berisi tulisan motivasi mendidik.
Kepala SD Negeri Harjamukti 1 mengatakan,
kegiatan memeriahkan 1 Muharram ini sekaligus untuk menguatkan pendidikan
karakter yang bersifat religius dan bagian dari implementasi Profil Pelajar
Pancasila. “Melalui kegiatan seperti ini kami berharap siswa siswi SD Negeri
Harjamukti 1 ke depannya bisa menjadi penerus cita-cita bangsa yang bermoral dan
berakhlak mulia”,Ujarnya. Selain itu pawai taaruf ini dilaksanakan untuk
menanamkan kecintaan generasi muda khususnya peserta didik SD Negeri Harjamukti
1 terhadap agama Islam. Diharapkan juga, dapat membangkitkan dan memotivasi
generasi muda Islam untuk mengikuti berbagai kegiatan keislaman yang
diselenggarakan di lingkungan sekolah maupun di masyarakat.
Ke depan pelaksanaan kegiatan seperti ini akan terus dilaksanakan setiap tahun dan menjadi agenda rutin sekolah, bahkan tidak pawai taaruf saja akan tetapi berbagai kegiatan islami lainya dalam rangka memeriahkan 1 Muharram. “Olehnya, mari kita tingkatkan takwa kepada Allah SWT dan Baginda Rosulullah Nabi Muhammad SAW”,ujar Kepala Sekolah
Dalam kesempatan lain Ust. Abdul Rohman selaku Guru PAI mengatakan Bahwa Mengenalkan kepada anak-anak sedini mungkin tentang tahun baru Islam yaitu 1 Muharram kepada anak juga menjadi bagian memberikan edukasi sebagai pengingat peristiwa penting saat Nabi Muhammad SAW hijrah dari Mekkah ke Madinah yang kemudian melahirkan agama Islam (OPS)









