Automatic Slideshow

Galeri Foto Kegiatan:

1 / 3
Upacara HUT Republik Indonesia Ke-77
2 / 3
Kunjungan Perpustakaan Keliling dari Diskarpus Kota Depok
3 / 3
Semarak Kemerdekaan Bersama Orangtua/Wali Peserta Didik SD Negeri Harjamukti 1

Teks Berjalan

SELAMAT DATANG DI WEBSITE RESMI SD NEGERI HARJAMUKTI 1 KECAMATAN CIMANGGIS KOTA DEPOK – SEKOLAH PENGGERAK, BERKARAKTER, DAN BERPRESTASI | MARI KITA BANGUN GENERASI BERKARAKTER, KREATIF, DAN BERPRESTASI.

30/07/2022

Sekolah Penggerak: Bawa Program Pembelajaran dengan Paradigma Baru

Sosialisasi Sekolah Penggerak SD Negeri Harjamukti 1 Cimanggis Depok

[sdnharjamukti1.sch.id] Pemerintah terus melakukan upaya guna memajukan pendidikan Indonesia. Salah satu upaya tersebut tertuang dalam program yang baru diluncurkan Kemendikbud. Bernama Sekolah Penggerak, program ini akan mengakselerasi beberapa sekolah untuk dapat bergerak 1-2 tahap lebih maju dalam kurun waktu 3 tahun ajaran. Nantinya, Sekolah Penggerak akan berfokus pada pengembangan SDM sekolah, baik itu siswa, guru, maupun kepala sekolah.

Dalam acara Sosialisasi “Sekolah Penggerak”. Kepala Sekolah SD Negeri Harjamukti 1 Cimanggis Kota Depok, Iwan Prasulistiono, S.Pd mengatakan, siswa tidak mungkin hanya duduk mendengarkan penjelasan guru jika Indonesia ingin menciptakan Pelajar Pancasila.

"Melalui pembelajaran yang berpusat pada murid, kita akan ciptakan perencanaan program dan anggaran yang berbasis pada refleksi diri, refleksi guru, sehingga terjadi perbaikan pada pembelajaran dan sekolah melakukan pengimbasan," kata Kepala Sekolah.

 Lebih lanjut, Iwan Prasulistiono, S.Pd, perencanaan Sekolah Penggerak akan berbasis data. Hal ini sama seperti yang diterapkan oleh sekolah-sekolah di negara maju. Dimulai dari laporan potret kondisi mutu pendidikan, menyiapkan bahan untuk refleksi diri, dan merencanakan program pendidikan. Selanjutnya, akan diadakan pendampingan oleh Dinas Pendidikan maupun pelatih ahli agar kondisi mutu pendidikan bisa lebih baik.

"Program Sekolah Penggerak bukan sekolah unggulan. Karena harapannya semua sekolah di Indonesia jadi Sekolah Penggerak. Tapi itu harus bergilir, karena kita mementingkan kualitas (di Sekolah Penggerak) itu," tegas Iwan Prasulistiono, S.Pd.

 Program Pembelajaran Sekolah Penggerak

Sekolah Penggerak akan mengembangkan hasil belajar siswa secara holistik mencakup kompetensi kognitif (literasi dan numerasi) serta nonkognitif (karakter). Nantinya, kepala sekolah dan guru dari Sekolah Penggerak melakukan pengimbasan kepada satuan pendidikan lain.

Sekolah Penggerak akan menerapkan pembelajaran dengan paradigma baru. Pembelajaran tersebut akan dirancang berdasarkan prinsip pembelajaran yang terdiferensiasi sesuai dengan kebutuhan siswa. Sehingga, profil Pelajar Pancasila bisa terwujud.

Ada dua program pembelajaran di Sekolah Penggerak: kokurikuler dan intrakurikuler. Program kokurikuler merupakan program-program yang menuntut siswa untuk mengerjakan sebuah project based learning. Program kokurikuler akan berorientasi pada pengembangan karakter dan kompetisi umum.

"Ini (program kokurikuler) akan melibatkan masyarakat. Ada berbagai kesempatan untuk memasukkan muatan lokal sesuai dengan isu nasional dan global dalam program kokurikuler. Esensi dari program kokurikuler adalah memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk melatih diri mereka menjadi pribadi yang kreatif, mandiri, dan senang bergotong royong," jelas Kepala Sekolah.

Sementara itu, program intrakurikuler akan menerapkan metode pembelajaran yang terdiferensiasi. Siswa akan memiliki cukup waktu untuk mendalami konsep dan menguatkan kompetisi. Di sisi lain, para guru juga leluasa memilih perangkat ajar yang sesuai kebutuhan.

"Misalnya ada anak yang tertinggal dalam kemampuan numerasi, tidak apa-apa, dia bisa balik ke level sebelumnya. Karena kalau dia terus-terusan ada di level itu, anak akan kewalahan dan putus asa. (Dalam program intrakurikuler) standar kurikulum akan disederhanakan," kata Iwan Prasulistiono, S.Pd.

Lebih lanjut, Iwan Prasulistiono, S.Pd mengatakan, program intrakurikuler akan menghapus stigma kejar tayang dalam proses belajar mengajar. Guru akan fokus pada sesuatu yang sifatnya esensial dan memberikan siswa cukup waktu untuk mendalami pelajaran.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar