![]() |
| Sosialisasi Sekolah Penggerak SD Negeri Harjamukti 1 Cimanggis Depok |
[sdnharjamukti1.sch.id] Pemerintah terus melakukan upaya guna memajukan
pendidikan Indonesia. Salah satu upaya tersebut tertuang dalam program yang
baru diluncurkan Kemendikbud. Bernama Sekolah Penggerak, program ini akan
mengakselerasi beberapa sekolah untuk dapat bergerak 1-2 tahap lebih maju dalam
kurun waktu 3 tahun ajaran. Nantinya, Sekolah Penggerak akan berfokus pada
pengembangan SDM sekolah, baik itu siswa, guru, maupun kepala sekolah.
Dalam acara Sosialisasi “Sekolah Penggerak”. Kepala Sekolah SD Negeri Harjamukti 1 Cimanggis Kota Depok, Iwan Prasulistiono, S.Pd mengatakan, siswa tidak mungkin hanya duduk
mendengarkan penjelasan guru jika Indonesia ingin menciptakan Pelajar
Pancasila.
"Melalui pembelajaran yang berpusat pada murid, kita
akan ciptakan perencanaan program dan anggaran yang berbasis pada refleksi
diri, refleksi guru, sehingga terjadi perbaikan pada pembelajaran dan sekolah
melakukan pengimbasan," kata Kepala Sekolah.
"Program Sekolah Penggerak bukan sekolah unggulan. Karena harapannya semua sekolah di Indonesia jadi Sekolah Penggerak. Tapi itu harus bergilir, karena kita mementingkan kualitas (di Sekolah Penggerak) itu," tegas Iwan Prasulistiono, S.Pd.
Sekolah Penggerak akan mengembangkan hasil belajar siswa
secara holistik mencakup kompetensi kognitif (literasi dan numerasi) serta
nonkognitif (karakter). Nantinya, kepala sekolah dan guru dari Sekolah Penggerak
melakukan pengimbasan kepada satuan pendidikan lain.
Sekolah Penggerak akan menerapkan pembelajaran dengan
paradigma baru. Pembelajaran tersebut akan dirancang berdasarkan prinsip
pembelajaran yang terdiferensiasi sesuai dengan kebutuhan siswa. Sehingga,
profil Pelajar Pancasila bisa terwujud.
Ada dua program pembelajaran di Sekolah Penggerak:
kokurikuler dan intrakurikuler. Program kokurikuler merupakan program-program
yang menuntut siswa untuk mengerjakan sebuah project based learning. Program
kokurikuler akan berorientasi pada pengembangan karakter dan kompetisi umum.
"Ini (program kokurikuler) akan melibatkan masyarakat.
Ada berbagai kesempatan untuk memasukkan muatan lokal sesuai dengan isu
nasional dan global dalam program kokurikuler. Esensi dari program kokurikuler
adalah memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk melatih diri mereka menjadi
pribadi yang kreatif, mandiri, dan senang bergotong royong," jelas
Kepala Sekolah.
Sementara itu, program intrakurikuler akan menerapkan metode
pembelajaran yang terdiferensiasi. Siswa akan memiliki cukup waktu untuk
mendalami konsep dan menguatkan kompetisi. Di sisi lain, para guru juga leluasa
memilih perangkat ajar yang sesuai kebutuhan.
"Misalnya ada anak yang tertinggal dalam kemampuan
numerasi, tidak apa-apa, dia bisa balik ke level sebelumnya. Karena kalau dia
terus-terusan ada di level itu, anak akan kewalahan dan putus asa. (Dalam
program intrakurikuler) standar kurikulum akan disederhanakan," kata Iwan Prasulistiono, S.Pd.
Lebih lanjut, Iwan Prasulistiono, S.Pd mengatakan, program intrakurikuler akan menghapus stigma kejar tayang dalam proses belajar mengajar. Guru akan fokus pada sesuatu yang sifatnya esensial dan memberikan siswa cukup waktu untuk mendalami pelajaran.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar